Ilustrasi Adam

Tahukah kalian model pertama orang muda bangor (baca: manusia yang nakal) di bumi ini? hmmm, pertanyaan ini menarik, apalagi ditambah dengan pertanyaan berikut: terus apa maknanya buat kita?
Menurut kitab Kejadian bab 3 menggambarkan bahwa Adam dan Hawa adalah model pertama orang muda bangor di bumi ini. Mengapa demikian? Karena Adam dan Hawa tidak bisa menjalankan perintah Tuhan. Padahal perintahNya sangat sederhana yakni manusia dilarang memakan salah satu buah, seperti yang sudah diamanatkan oleh Tuhan Allah (bdk. Ay. 3). Dalam kisah itu, Tuhan Allah mengatakan demikian, “Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” Manusia itu menjawab: “perempuan yang Engkau tempatkan disisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kemudian berfirmanlah Tuhan Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang engkau perbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka aku makan” (Ay. 12-13).


Tindakan Adam dan Hawa telah menggambarkan bahwa manusia rentan terhadap godaan duniawi. Dengan kata lain, manusia memiliki kelemahan-kelemahan terhadap godaan duniawi. Ketika manusia lemah terhadap godaan-godaan duniawi, biasanya di sanalah manusia memulai kenakalannya yakni melakukan pelanggaran-pelanggaran perintah Tuhan Allah, baik secara sadar maupun tidak sadar.
Teman-teman orang muda Katolik, dari uraian tersebut kenakalan yang ada di dalam diri manusia merupakan sifat manusiawi manusia yang rentan terhadap dosa. Apabila sifat kelemahan manusia itu berlangsung terus menerus, dikhawatirkan manusia akan mengalami tiga bentuk kehancuran, yakni kehancuran intrapersonal (ketidakteraturan pribadi manusia), kehancuran interpersonal (hubungan dengan orang lain), kehancuran kosmik (hubungan dengan alam/lingkungan). Hal itu dapat diistilahkan sebagai “peccatum originale originatum” yakni menunjuk kepada dosa asal kemanusiaan.


Tiga bentuk kehancuran itulah merupakan masalah yang akan menjalar dalam kehidupan kita. Terus, bagaimana kita menghadapi masalah itu agar tidak menjalar dalam kehidupan kita? langkah pertama, kita sebagai Orang Muda Katolik harus menyadari betul bahwa kita sering nakal yakni melanggar perintah Tuhan, baik disengaja maupun tidak disengaja; prilaku-prilaku yang menyakiti orang lain, tanpa sadar menjadi toxic, dendam, iri hati, merusak lingkungan, dlsb. Langkah kedua, dengan menyadari itu, secara tidak langsung kita sudah membuka pintu pertobatan atas kenakalan yang telah kita perbuat. Langkah ketiga, kita harus berani mengungkapkan pertobatan kita di depan Tuhan supaya Tuhan memberikan kekuatan untuk melawan kelemahan-kelemahan yang ada di dalam diri kita. Dengan begitu, kelemahan-kelemahan itu dengan sendirinya akan hilang dan lenyap dari kehidupan kita sehingga kita selalu mengarah kepada kebaikan dan terhindar dari dosa.


Teman-teman, sangat kebetulan saat ini adalah masa Adven 2021. Oleh karenanya, kiranya sangat tepat dimoment seperti ini kita sungguh menyatakan pertobatan kita mulai dari hal hal yang sederhana, dimulai berdamai dengan diri (intrapersonal), dengan keluarga kecil dan komunitas kita (interpersonal), dan dengan lingkungan hidup kita (kosmik). Proficiat, selamat menjalani masa pertobatan untuk menyambut kedatangan Yesus Tuhan Sang Juru Selamat kita. Dan semoga, kita tidak lagi menjadi orang muda bangor, ha.. ha..

   Kak Andre Wibawa 

Sumber gambar: https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/Apakah-Adam-benar-benar-tokoh-historis.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published.